Saoto Bathok Mbah Katro adalah kuliner legendaris Yogyakarta yang menyajikan soto sapi khas Solo dalam mangkuk bathok kelapa autentik, menciptakan sensasi segar dan tradisional. Berlokasi di Jl. Sambisari No.6, Purwomartani, Kalasan, Sleman (50m utara Candi Sambisari, 2,5km dari Jl. Solo pasca-bandara Adisucipto), warung ini buka pukul 06.00-16.00 WIB (sampai habis) dan ramai sarapan pagi.
Berikut ulasan lengkap Saoto Bathok Mbah Katro, mencakup sejarah, rasa-menu, suasana, pengalaman pengunjung, serta plus-minusnya di Explore Jogja.
Daftar Isi
Sejarah dan Inovasi Mbah Katro
Saoto Bathok Mbah Katro merupakan salah satu destinasi kuliner unik di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berlokasi di Jl. Sambisari No. 6, Purwomartani, Kalasan, Sleman, warung ini hanya sekitar 50 meter di utara Candi Sambisari dan sekitar 2,5 kilometer dari Jalan Solo pasca area Bandara Adisucipto. Lokasi yang relatif “mblusuk” atau masuk ke dalam kampung justru menjadi daya tarik tersendiri, karena menyajikan suasana pedesaan yang asri dengan latar persawahan.
Warung ini didirikan pada Oktober 2014 oleh Katro Sumaryo-yang akrab disapa Mbah Katro-seorang pensiunan pegawai Hotel The Jayakarta Yogyakarta. Setelah pensiun, beliau memutuskan untuk memanfaatkan sebidang sawah miliknya menjadi tempat usaha kuliner. Dengan pengalaman panjang di dunia perhotelan dan kemampuan memasak soto yang telah ditekuni sejak lama, Mbah Katro menghadirkan konsep berbeda yang langsung menarik perhatian publik.

Inovasi utama yang membuat Saoto Bathok viral adalah penggunaan bathok kelapa sebagai mangkuk penyajian. Awalnya, ide ini muncul sebagai solusi efisiensi biaya dibandingkan penggunaan mangkuk kaca. Namun, seiring waktu, bathok kelapa justru menjadi identitas unik yang memperkuat branding tempat ini. Selain ramah lingkungan, penggunaan bathok juga mendukung perajin kelapa lokal dari wilayah Bantul, menciptakan dampak ekonomi mikro yang positif.
Warung ini mampu menjual hingga sekitar 2.000 porsi per hari pada masa puncak kunjungan. Popularitasnya meningkat pesat setelah dikunjungi sejumlah figur publik dan pejabat, termasuk tokoh nasional dan selebritas. Platform ulasan perjalanan seperti Tripadvisor mencatat rating rata-rata sekitar 4.0/5 dari puluhan hingga ratusan ulasan, menempatkannya sebagai salah satu restoran populer di wilayah Sleman.
Konsep warung yang dibangun menggunakan saung bambu dan kayu semakin memperkuat citra tradisionalnya. Lantai tanah, bangku kayu, dan pemandangan sawah menjadi kombinasi pengalaman kuliner dan wisata alam yang sulit ditemukan di pusat kota. Keunikan ini menjadikan Saoto Bathok Mbah Katro bukan sekadar tempat makan, tetapi juga destinasi wisata kuliner Jogja berbasis pengalaman.
Cita Rasa Soto Sapi Bening Khas Solo

Menu utama yang disajikan adalah soto sapi bening khas Solo. Berbeda dengan soto ayam khas Yogyakarta yang cenderung menggunakan suwiran ayam dan kuah lebih kaya santan, Saoto Bathok menyajikan kuah kaldu sapi yang ringan, jernih, dan segar.
Kuahnya terbuat dari rebusan tulang dan daging sapi yang dimasak perlahan dengan bumbu rempah seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, dan merica. Tidak terdapat aroma amis pada kuahnya, menunjukkan proses perebusan yang matang dan bersih. Rasa gurihnya terasa natural tanpa dominasi minyak berlebihan, sehingga cocok dikonsumsi pada pagi hari sebagai menu sarapan.
Daging sapi yang digunakan memiliki tekstur empuk namun tetap berserat, memberikan sensasi kunyahan yang memuaskan. Tauge segar, taburan seledri, dan bawang goreng menambah lapisan rasa dan tekstur. Sensasi segar semakin terasa ketika ditambahkan perasan jeruk nipis.

Keunikan penyajian dalam bathok kelapa memberikan pengalaman berbeda. Bathok memiliki karakter alami yang mampu mempertahankan suhu kuah tetap hangat tanpa membuatnya cepat dingin. Selain itu, aroma ringan dari serat kelapa memberikan sentuhan khas yang sulit ditemukan pada mangkuk biasa.
Pelengkap lain yang tersedia meliputi sambal pedas, sambal kecap, emping, sotong kriuk, serta sate telur puyuh atau sate usus. Kombinasi sate telur puyuh yang gurih dan sedikit pedas menjadi favorit banyak pelanggan.
Bagi pengunjung yang memperhatikan asupan lemak, soto ini relatif ringan karena kuahnya tidak terlalu berminyak. Inilah salah satu alasan mengapa banyak ulasan menyebut Saoto Bathok sebagai pilihan sarapan yang “segar dan tidak berat”.
Menu dan Harga yang Sangat Ekonomis
Salah satu daya tarik utama Saoto Bathok Mbah Katro adalah harga yang sangat terjangkau. Dalam periode 2021–2025, harga dasar seporsi soto berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp9.000. Harga ini menjadikannya salah satu soto paling ekonomis di kawasan wisata Sleman.
Tambahan daging dapat dikenakan biaya Rp5.000–Rp10.000 tergantung porsi. Sate telur puyuh atau sate usus dijual sekitar Rp5.000 per tusuk (biasanya terdiri dari 3–5 butir atau potongan). Emping dan sotong kriuk berkisar Rp2.000–Rp3.000.

Minuman seperti es teh dan es jeruk tersedia dengan harga Rp3.000–Rp5.000. Dengan anggaran sekitar Rp15.000–Rp20.000, pengunjung sudah dapat menikmati seporsi soto lengkap dengan sate dan minuman.
Warung ini tidak menyediakan layanan pesan antar dan fokus pada pengalaman makan langsung di lokasi. Karena kapasitas produksi besar dan harga ekonomis, stok soto sering habis sebelum jam tutup, terutama pada akhir pekan.
Strategi harga yang rendah namun volume penjualan tinggi menjadi kunci keberlanjutan usaha ini. Dengan penjualan ribuan porsi per hari, efisiensi operasional tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas rasa.
Menu soto dasar tambah, harga stabil murah (update 2026):
| Menu | Harga (Rp) | Deskripsi |
|---|---|---|
| Saoto Bathok | 7.000-9.000 | Soto sapi tauge tabur |
| Tambah Daging | 5.000-10.000 | Potong lebih |
| Sate Telur Puyuh/Usus | 5.000/pcs | 3-5 tusuk |
| Emping/Sotong Kriuk | 2.000-3.000 | Pelengkap kriuk |
| Es Teh/Jeruk | 3.000-5.000 | Penutup segar |
Suasana Pedesaan dengan Saung Bambu

Atmosfer menjadi salah satu elemen paling berkesan saat mengunjungi Saoto Bathok Mbah Katro. Warung ini dibangun dengan konsep saung bambu dan kayu sederhana di tengah sawah. Pengunjung dapat duduk lesehan atau di meja kayu kecil yang muat 2–4 orang.
Pemandangan sawah hijau yang terbuka menciptakan suasana tenang dan menyegarkan. Pada pagi hari, cahaya matahari yang lembut menambah kesan natural yang fotogenik. Banyak pengunjung memanfaatkan waktu sarapan untuk sekaligus menikmati panorama pedesaan.
Parkir kendaraan tersedia di pinggir jalan desa dan relatif aman, meski saat ramai bisa cukup padat. Toilet tersedia namun bersifat sederhana. Saat musim hujan, area lesehan dapat menjadi sedikit basah karena konsepnya semi-terbuka.
Meski antrean bisa mencapai 30–60 menit pada jam sibuk, sistem pelayanan relatif cepat karena menu yang disajikan sederhana dan terfokus.
Pengalaman Pengunjung dan Evaluasi Plus-Minus

Berdasarkan ulasan berbagai platform perjalanan dan media sosial:
Kelebihan:
- Harga sangat terjangkau
- Kuah soto bening segar dan tidak berminyak
- Penyajian unik menggunakan bathok kelapa
- Suasana sawah yang asri
- Lokasi dekat Candi Sambisari
Kekurangan:
- Antrean panjang pagi hari
- Lokasi agak masuk kampung
- Menu terbatas hanya soto dan pelengkap
- Area lesehan kurang nyaman saat hujan
Mengapa Wajib Mencoba Saoto Bathok Mbah Katro?

Saoto Bathok Mbah Katro menawarkan pengalaman berbeda dari kuliner berat seperti gudeg. Jika gudeg identik dengan rasa manis dan santan kental, soto sapi bening ini menjadi alternatif ringan yang cocok untuk sarapan.
Lokasinya yang dekat dengan Candi Sambisari membuatnya ideal dikunjungi sebelum atau setelah wisata sejarah. Dengan anggaran sekitar Rp20.000, pengunjung dapat menikmati soto hangat, sate telur puyuh, dan es jeruk sambil memandangi hamparan sawah.
Kombinasi inovasi penyajian, harga ekonomis, dan suasana pedesaan menjadikan Saoto Bathok Mbah Katro sebagai salah satu ikon kuliner “mblusuk” Yogyakarta yang patut dicoba setidaknya sekali dalam perjalanan Anda.
Alamat dan Peta Lokasi
Alamat: Jl. Candi Sambisari No.2, Sambisari, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571