Candi Dawangsari Jogja: Hidden Gem Sejarah di Perbukitan Prambanan

Jika kamu sudah sering mengunjungi Candi Prambanan, Ratu Boko, atau Candi Ijo, maka saatnya mengeksplor sisi lain kawasan perbukitan Prambanan yang lebih tersembunyi. Salah satu situs yang masih jarang diketahui wisatawan namun menyimpan nilai sejarah tinggi adalah Candi Dawangsari – sebuah situs candi kuno yang kini berupa reruntuhan, namun tetap memiliki pesona dan cerita yang menarik untuk digali.

Berbeda dengan candi besar yang megah, Candi Dawangsari menawarkan pengalaman wisata yang lebih sunyi, autentik, dan penuh nuansa arkeologis. Artikel di Explore Jogja ini akan membahas secara lengkap mulai dari sejarah, lokasi, kondisi terkini, keunikan arsitektur, hingga tips berkunjung agar kamu mendapatkan pengalaman terbaik saat datang ke situs ini.

Sejarah Candi Dawangsari

Candi Dawangsari diperkirakan dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, pada masa kejayaan Kerajaan Mataram Kuno – periode yang sama dengan pembangunan candi-candi besar di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Keunikan dari situs ini adalah adanya indikasi kuat bahwa candi ini merupakan tempat peribadatan Buddha, namun juga memiliki unsur Hindu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya:

  • Struktur berbentuk stupa yang khas Buddhis
  • Arca Ganesha yang merupakan simbol dari agama Hindu

Kombinasi ini menunjukkan bahwa pada masa itu telah terjadi sinkretisme atau perpaduan antara agama Hindu dan Buddha, yang menjadi ciri khas peradaban Jawa kuno.

Candi Dawangsari Jogja - Hidden Gem Situs Sejarah di Perbukitan Prambanan

Penemuan & Penelitian Arkeologi

Situs Candi Dawangsari sebenarnya sudah disebut dalam catatan lama sejak masa kolonial sekitar awal abad ke-20.

Namun penelitian arkeologis secara lebih serius baru dilakukan sekitar tahun 1987–1990, yang meliputi:

  • Penggalian struktur candi
  • Identifikasi batuan penyusun
  • Rekonstruksi bentuk awal candi

Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa candi ini kemungkinan memiliki stupa besar dengan struktur bertingkat – yang saat ini masih dalam tahap rekonstruksi secara ilmiah.

Kondisi Candi Saat Ini

Berbeda dengan candi besar seperti Prambanan yang sudah dipugar, Candi Dawangsari masih berupa reruntuhan dan belum sepenuhnya direkonstruksi.

Saat berkunjung, kamu akan melihat:

  • Tumpukan batu candi yang tersebar
  • Susunan batu berbentuk lingkaran (indikasi dasar stupa)
  • Struktur pondasi yang belum utuh
  • Area situs yang masih dalam proses penelitian

Walaupun tidak utuh, kondisi ini justru memberi pengalaman yang berbeda – kamu bisa melihat langsung bagaimana proses arkeologi bekerja dan memahami struktur candi dari perspektif ilmiah.

Keunikan Candi Dawangsari

Keunikan Candi Dawangsari

1. Candi Buddha dengan Sentuhan Hindu

Tidak banyak candi yang menunjukkan perpaduan dua agama sekaligus. Candi Dawangsari menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan sinkretisme sudah ada sejak zaman kerajaan Jawa kuno.

2. Struktur Stupa yang Besar

Berdasarkan hasil penelitian, candi ini memiliki stupa utama berukuran cukup besar, dengan diameter hampir 18 meter dan tinggi mencapai sekitar 15 meter saat utuh.

Ini menjadikannya salah satu struktur stupa yang cukup signifikan di kawasan Prambanan.

3. Lokasi di Perbukitan dengan View Alam

Candi Dawangsari berada di kawasan perbukitan, sehingga menawarkan:

  • Pemandangan alam yang luas
  • Udara sejuk khas dataran tinggi
  • Suasana tenang jauh dari keramaian wisata

Hal ini membuatnya cocok sebagai destinasi untuk wisata sejarah sekaligus healing.

4. Dekat dengan Banyak Situs Candi Lain

Dalam radius kurang dari 2 km, kamu bisa mengunjungi banyak situs bersejarah lain seperti:

Ini membuat kawasan ini menjadi cluster wisata sejarah yang sangat menarik.

Pengalaman Wisata di Candi Dawangsari

Candi Dawangsari Jogja - Hidden Gem Situs Sejarah di Perbukitan Prambanan

Mengunjungi Candi Dawangsari bukan sekadar melihat bangunan, tetapi juga merasakan pengalaman wisata di Jogja yang berbeda:

Eksplorasi Situs Arkeologi

Kamu bisa berjalan di sekitar area candi dan mengamati struktur batuan yang tersisa – seperti menjadi bagian dari penjelajah sejarah.

Spot Foto Hidden Gem

Walaupun tidak megah, suasana alami dan sunyi membuat tempat ini sangat cocok untuk foto dengan nuansa historical & aesthetic.

Menikmati View Perbukitan

Karena lokasinya di ketinggian, kamu bisa menikmati panorama alam yang indah, terutama saat pagi atau sore hari.

Harga Tiket & Jam Buka

  • Tiket masuk: Gratis (biasanya hanya parkir)
  • Parkir: Rp2.000–Rp5.000
  • Jam buka: 24 jam (disarankan datang pagi–sore)

Karena belum menjadi objek wisata komersial besar, fasilitas di sini masih sangat sederhana.

Tips Berkunjung ke Candi Dawangsari

  1. Datang pagi atau sore untuk cuaca yang lebih nyaman
  2. Gunakan alas kaki nyaman karena area berbatu
  3. Bawa air minum sendiri (minim fasilitas)
  4. Jangan datang terlalu sore jika belum familiar dengan lokasi
  5. Jaga kebersihan dan jangan merusak situs

Itinerary Wisata Sekitar Candi Dawangsari

Candi Dawangsari Jogja - Hidden Gem Situs Sejarah di Perbukitan Prambanan

Untuk pengalaman maksimal, kamu bisa menggabungkan kunjungan ke beberapa lokasi berikut:

Itinerary 1 Hari:

  • Pagi: Candi Ijo (sunrise view)
  • Siang: Candi Dawangsari
  • Sore: Candi Barong & Ratu Boko
  • Malam: Kuliner Prambanan / Jogja

Makna & Filosofi Candi Dawangsari

Candi Dawangsari bukan hanya situs sejarah, tetapi juga simbol:

  • Toleransi antar agama (Hindu & Buddha berdampingan)
  • Peradaban Jawa kuno yang maju
  • Warisan budaya yang belum sepenuhnya terungkap

Sebagai bagian dari jaringan candi di kawasan Prambanan, situs ini memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana masyarakat Jawa kuno membangun kehidupan spiritual dan sosial mereka.

Candi Dawangsari, Hidden Gem Sejarah Jogja

Candi Dawangsari Jogja - Hidden Gem Situs Sejarah di Perbukitan Prambanan

Candi Dawangsari adalah salah satu destinasi wisata candi bersejarah yang underrated di Yogyakarta. Meskipun tidak megah seperti Prambanan, situs ini menawarkan pengalaman yang lebih autentik, sunyi, dan penuh makna.

Dengan sejarah panjang sejak abad ke-9, perpaduan budaya Hindu-Buddha, serta lokasi di perbukitan yang indah, Candi Dawangsari adalah pilihan sempurna bagi kamu yang ingin menjelajahi sisi lain Jogja yang lebih dalam dan tidak mainstream.

Jika kamu adalah pecinta sejarah, arkeologi, atau sekadar ingin mencari tempat wisata yang tenang dan berbeda – Candi Dawangsari wajib masuk dalam itinerary liburanmu di Yogyakarta.

Cara Menuju Candi Dawangsari

Ada beberapa cara untuk menuju ke Candi Dawangsari, tergantung dari preferensi dan kendaraan yang digunakan oleh pengunjung. Salah satu cara yang paling umum adalah menggunakan kendaraan pribadi. Pengunjung dapat mengikuti rute Jl. Jogja-Solo – Pertigaan Pasar Prambanan – kemudian mengikuti jalan ke arah Restoran Abhayagiri. Setelah melewati Restoran Abhayagiri, pengunjung hanya perlu melanjutkan perjalanan sekitar 2 km lagi. Candi Dawangsari akan terletak di sebelah kiri jalan sebelum mencapai Candi Barong.

Selain itu, pengunjung juga dapat menggunakan transportasi umum atau jasa travel yang tersedia di Yogyakarta. Dengan berbagai pilihan rute dan kendaraan, perjalanan menuju Candi Dawangsari akan menjadi lebih mudah dan nyaman.

Dari Pusat Kota Jogja:

  • Arahkan kendaraan ke Prambanan
  • Lanjut ke arah Candi Barong / Ratu Boko
  • Ikuti jalan menuju Dusun Dawangsari
  • Parkir di area sekitar Candi Barong
  • Jalan kaki menuju lokasi

Estimasi Waktu:

Sekitar 30–45 menit dari pusat kota Jogja

Candi Dawangsari Jogja - Hidden Gem Situs Sejarah di Perbukitan Prambanan

Lokasi Candi Dawangsari

Candi Dawangsari terletak di Dusun Dawangsari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada di kawasan perbukitan yang sama dengan beberapa situs candi lain seperti Candi Barong dan Ratu Boko.

Menariknya, posisi Candi Dawangsari sangat dekat dengan Candi Barong, hanya berjarak sekitar 100 meter saja. Hal ini membuat kedua candi ini sering dikunjungi dalam satu perjalanan sekaligus.

Untuk mencapai lokasi, kamu bisa mengikuti rute menuju kawasan wisata Prambanan lalu mengarah ke perbukitan Sambirejo. Dari area parkir, pengunjung biasanya perlu berjalan kaki sekitar 100–200 meter menuju situs candi.

Peta Lokasi


Explore Jogja Editorial Team

Explore Jogja Editorial Team

Kami adalah tim editorial berbasis di Yogyakarta yang terdiri dari travel content writer berpengalaman dan berdedikasi. Dengan semangat mengeksplorasi budaya, sejarah, dan keindahan alam, kami menyajikan panduan wisata yang mendalam melalui riset, narasi yang kuat, dan visual storytelling. Kami menyoroti destinasi ikonik hingga pengalaman lokal yang autentik, dengan fokus pada akurasi, kearifan lokal, dan keberlanjutan perjalanan.
https://xplorejogja.com